Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional

Makrufi.com – Apakah kamu mengetahui apa saja karakteristik sistem ekonomi tradisional yang biasa digunakan oleh para masyarakat, karena menjadi sistem ekonomi paling sederhana? Jika kamu belum mengetahui, simak artikel ini hingga selesai ya.

Zaman tradisional adalah zaman dimana para masyarakat masih bergantung kepada alam dan merupakan suatu bentuk natural dari sistem ekonomi yang pertama kali dikenal oleh para masyarakat yaitu sistem ekonomi tradisional.

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi sederhana yang dijalakan oleh para msyarakat dengan cara mensinergikan antara kekayaan alam dan kemampuan manusia.

Kemudian diolah dengan cara dan aturan yang umumnya telah berlaku secara turun – temurun dari generasi masyarakat sebelumnya.

Kebutuhan Modal Tergolong Minim

Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional

Dibawah ini terdapat beberapa ciri – ciri dari sistem ekonomi tradisional, antara lain:

Kegiatan Produksi Hanya Mengandalkan Kekayaan dari Alam

Kekayaan alam yang dimiliki oleh para masyarakat akan menjadi penentu terhadap jenis dan kegiatan produksi yang dihasilkannya.

Ketergantungan pada alam adalah ciri khas yang dimiliki oleh masyarakat tradisional, dimana para masyarakat hanya akan memanfaatkan alam untuk bisa diolah sesuai dengan kemampuan masyarakat yang masih tradisional.

Jika dilihat dari pemetaan kemampuan masyarakat tradisional, maka bisa digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu masyarakat agraris dan masyarakat maritim.

Para masyarakat agraris hidup dengan mengandalkan tanah sebagai sumber kegiatan yang diproduksinya.

Pertanian dan segala bentuk bercocok tanam merupakan bentuk kegiatan para masyakarat. Sedangkan masyarakat maritim hidup bergantung dengan hasil laut.

Struktur Kerja Belum Terbentuk di Masyarakat

Masyarakat tradisional hanya melakukan aktivitasnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Artinya organisasi konvensional memiliki sedikit sekali perintah yang dikuasainya, atau bisa dikatakan hanya menguasai satu keahlian yang diwariskan secara turun temurun dari keluarga ke keluarga.

Dengan kekuatan yang terbatas dan faktor tempat alamiah yang sama, maka masyarakat cenderung memiliki kemampuan yang merata dalam satu bidang kegiatan ekonomi.

Dampak dari kegiatan yang seragam ini niscaya akan menghasilkan kegiatan ekonomi dengan hasil yang homogen atau serupa antara satu orang dengan orang lainnya.

Tidak akan ada struktur kerja dalam kegiatan ekonomi dengan latar belakang ini. Pembagian kerja tidak akan diperhatikan karena masyarakat tetap berpikir sempit dan mengutamakan kegiatan rutin yang dapat memberikan hasil untuk memenuhi semua kebutuhan hidup hari ini dan esok.

Masyarakat dikatakan lebih mengandalkan diri sendiri daripada bekerja sama dengan orang lain karena berbagai alasan, termasuk keterbatasan pengetahuan dan tujuan ekonomi jangka pendek.

Kebutuhan Modal Tergolong Minim

Kegiatan Produksi Hanya Mengandalkan Kekayaan dari Alam

Pengolahan sumber daya alam sederhana dalam masyarakat tradisional. kamu lebih cenderung menggunakan apa yang telah disediakan alam, mulai dari peralatan hingga proses pelaksanaan kegiatannya.

Misalnya, dalam bertani, kamu hanya menggunakan alat seadanya dan tidak ada peralatan modern, sehingga perhitungan modal akan membutuhkan jumlah yang minimal.

Minimnya peralatan yang dibutuhkan untuk mengolah alam sebanding dengan hasil yang diperoleh, yaitu hasil produksi juga akan minim.

Faktor lain yang menyebabkan rendahnya modal adalah keterbatasan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Karena kegiatan masyarakat cenderung berulang dari tahun ke tahun, atau bahkan dari generasi ke generasi, maka tidak banyak inovasi dalam pengolahan sumber daya alam.

Keterbatasan ini juga akan berakibat pada terbatasnya jenis produksi sehingga masyarakat akan menghasilkan produk yang lebih sedikit.

Terbatasnya Jenis Kegiatan Produksi

Lokasi masyarakat menentukan jenis kegiatan produksi. Kondisi geografis tempat tinggal masyarakat tradisional akan menghasilkan produk yang sangat mirip dengan jenis geografisnya.

Karena sebagian besar masyarakat mencari nafkah semata-mata dengan mengolah kekayaan tanah dan lautnya, maka kedua sektor ini hanya dapat dieksplorasi oleh masyarakat.

Kegiatan ekonomi masyarakat cenderung meniru apa yang dilakukan oleh nenek moyang kamu.

Masyarakat tradisional tetap mempertahankan budaya ini sebagai bentuk pemahaman dan kepatuhan dalam menjalankan tradisi yang semestinya, menurut masyarakat konvensional.

Sistem ekonomi tradisional dipertahankan dari waktu ke waktu karena keterbatasan pendidikan dalam hal sarana dan prasarana.

Akibatnya, tingkat kemampuan yang dapat kamu ciptakan dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan menjalankan kehidupan di masyarakat menjadi terbatas.

Di sisi lain, tradisi leluhur akan berdampak pada kurangnya keluasan berpikir karena terkendala oleh aturan-aturan budaya yang ada di masyarakat.

Masih Diterapkannya Sistem Barter dalam Kegiatan Transaksi

Struktur Kerja Belum Terbentuk di Masyarakat

Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi tertua yang pernah ada di dunia. Dimana didalam kehidupan masyarakat.

Pada saat itu masyarakat belum mendapatkan uang sebagai media dalam kegiatan transaksi jual beli.

Sistem barter ini merupakan bentuk transaksi yang sudah diterapkan dalam kehipuan masyarakat tradisional.

Yang dimana kedua belah pihak akan saling tukar menukar barang yang memiliki kaitan untuk memnuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Masyakarat tradisional juga memiliki kecenderungan minimnya jenis kebutuhan didalam kehidupan sehari – hari, bisa dikatakan kebutuhan para masyarakat tradisional adalah kebutuhan pangan untuk sehari – hari.

Produksi dan Distribusi Terbatas pada Kultur Masyarakat

Hasil produksi ekonomi tradisional sangat minim dan cenderung monoton karena keterbatasan pengelolaan sumber daya alam dan alat dalam kegiatan produksi.

Budaya masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana hasil kegiatan produksi diperoleh.

Selain itu kemampuan yang diperoleh merupakan hasil kemampuan turun-temurun dari nenek moyang yang dipertahankan tanpa memasukkan inovasi.

Sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung kegiatan ekonomi tersebut tidak akan mengalami perubahan yang signifikan.

Karena jenis yang dihasilkan tidak memiliki banyak variasi yang dapat disajikan kepada masyarakat, maka sebaran produknya sangat sempit.

Hasil dari kegiatan ekonomi tradisional hanya terfokus pada kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan barang konsumtif untuk kebutuhan sehari-hari.

Ruang lingkup kegiatan sistem keuangan ini sangat minim, dan terciptanya kondisi masyarakat dan ekonomi yang demikian mencerminkan sempitnya pemikiran para pelaku kegiatan ekonomi tradisional.

Teknik Produksi yang Masih Sederhana

Terbatasnya Jenis Kegiatan Produksi

Ciri khas dari sistem ekonomi tradisional peralatan yang digunakan didalam kegiatan produksi sederhana yaitu peralatan sederhana.

Seperti dalam kegiatan pertanian, peralatan yang digunakan masih menggunakan cangkul untuk kegiatan membajak tanah, karena para masyarakat masih menggunakan tenaga hewan ternak.

Dari sini sudah sangat terlihat jelas bagaimana siklus yang diterapkan oleh para masyarakat, pemikiran yang digunakannya sangat jelas.

Untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat bisa mengutamakan penggabungan antara kemampuan yang dimiliki masyarakat dengan adanya dukungan peralatan dan tegaga yang sudah disediakan oleh alam sekitar.

Keterbatasan pengetahuan para masyakarat pastinya berkaitan dengan bagus tidaknya hasil produksi.

Pengetahuan yang minim juga akan berdampak lain pada jenis teknik produksi yang digunakan.

Para masyarakat tradisional kemampuan yang dimilikinya merupakan warisan dari apa yang sudah dikuasai oleh masyarakat tersebut dari generasi sebelumnya.

Sehingga tanpa dapatnya pengetahuan baru, maka teknik produksi yang berlaku di masyarakat tidak akan mengalami perkembangan apapun sampai ke generasi selanjutnya.

Masalah seperti ini yang bisa memperlambat perkembangan dari sistem ekonomi tradisional dari masa ke masa.

FAQ

Dibawah ini terdapat pertanyaan karakteristik sistem ekonomi tradisional, antara lain:

Bagaimana Penerapan Sistem Ekonomi dalam Masyarakat Tradisional?

Sistem ekonomi tradisional biasa digunakan untuk mengandalkan hasil dari alam dan tenaga manusia saja dengan metode pertukaran barang yang masih dilakukan dengan cara barter, seperti yang diajarkan kepada generasi sebelumnya.

Kesimpulan

Jadi sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi sederhana yang biasa dijalankan oleh masyarakat dengan mengintegrasikan antara kekayaan alam dan kemampuan manusia.

Demikian artikel diatas, semoga bermanfaat dan bisa membantu kamu semua. Jangan lupa kunjungi kembali web kami, karena masih banyak informasi menarik lainnya yang bisa kamu dapatkan.