Apa Itu Financial Technology (Fintech) dan Contohnya

Makrufi.com – Mungkin sebagian dari kamu masih asing dengan financial technology, tetapi kamu tidak perlu khawatir kami akan membahas tentang apa itu financial technology atau biasa di sebut dengan fintech.

Sebanarnya sekarang ini banyak sekali startup fintech yang bersebaran di Indonesia, namun tidak semua nya aman dan memiliki izin resmi nya.

Fintech yang tidak resmi memang sangat menyebalkan, tetapi beberapa di antaranya yang sudah resmi, memiliki izin, dan telah menjalankan bisnis dengan baik, sebenarnya dapat berpotensi untuk mengembangkan perekonomian.

Apa Itu Financial Technology?

Pada dasarnya financial technology merupakan perusahaan jasa keuangan yang memanfaatan teknologi.

Apa itu Financial Technology_

Menurut national digital research center, fintech adalah istilah untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan, seperti hal nya dengan memberikan sentuhan teknologi modern.

Selain itu financial technology ini juga dapat di artikan sebagai segmen dunia startup yang memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.

Aspek pelayanan yang di maksud ini yaitu dapat berupa pembayaran, transfer dana, pengumpulan dana, pinjaman, hingga pengelolaan aset.

Berbagasi aspek layanan dapat dipermudah dengan adanya fintech, tidak kaget jika sekarang bidang ini menjadi kebutuhan penting bagi banyak orang, terutama yang bergerak dalam bidang teknologi dan keuangan.

Manfaat Financial Technology dalam Perekonomian Indonesia

Fintech tidak selalu dikaitkan dengan pinjaman online, jadi tidak perlu khawatir.

Di sisi lain, fintech memiliki beberapa manfaat ekonomi yang signifikan, yang tercantum di bawah ini, yaitu:

Mendukung Inklusi Keuangan

Meskipun dewan nasional keuangan inklusif telah menetapkan target inklusi keuangan 75% pada tahun 2019, sejauh ini hanya 49% yang telah tercapai.

Oleh karena itu, perlu diterapkan kebijakan inklusi keuangan yang menyasar masyarakat kurang mampu secara ekonomi, yang umumnya berdomisili di pedesaan.

Dengan demikian, fintech menjadi pendekatan alternatif untuk mencapai tujuan inklusi.

Contoh Produk Fintech Yang Mudah Ditemukan

Mereka yang memiliki akses internet dimudahkan dalam urusan keuangannya dengan layanan berbasis online.

Mengurangi Jumlah Pinjaman dengan Bunga Tinggi

Keinginan masyarakat akan pinjaman uang dapat dipenuhi oleh teknologi finansial.

Sering kali, kita menjumpai orang-orang yang mengaku baik hati tetapi sebenarnya tercekik karena beban pembayaran bunga mereka.

Sifat fintech yang transparan memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi penggunanya, serta suku bunga yang lebih terjangkau.

Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Keberadaan fintech seringkali meningkatkan daya beli dan taraf hidup individu.

Dengan, misalnya, menyediakan pedagang yang menerima sistem pembayaran kredit atau debit dengan biaya rendah, daya beli masyarakat dapat ditingkatkan.

Memberikan Kemudahan Layanan Finansial

Aspek teknologi keuangan yang paling unggul adalah kemampuannya untuk menyediakan layanan keuangan yang nyaman, ini juga merupakan aspek yang paling kuat dirasakan di berbagai kalangan sosial.

Dengan menggunakan smartphone, tidak perlu lagi mengunjungi ATM atau bank untuk melakukan transaksi perbankan, karena layanan ini kini tersedia dalam genggaman tangan kamu.

Apalagi pembayaran tagihan bulanan seperti listrik, internet, telepon, dan BPJS bisa dilakukan tanpa keluar rumah.

Berkat semua kemudahan tersebut, masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga yang biasanya dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai transaksi tersebut.

Membantu Umkm dengan Modal Berbunga Rendah

Secara historis, bank dan koperasi adalah orang yang paling umum dari modal bisnis.

Manfaat Financial Technology Dalam Perekonomian Indonesia

Namun, fintech sekarang tersedia dan dapat membantu promosi UMKM dengan menyediakan modal dengan tingkat bunga yang relatif lebih rendah daripada bank.

Sistem inovatif ini dikenal dengan Peer-to-Peer (P2P) lending, sebuah kanal online yang akan menghubungkan pelaku UMKM dengan masyarakat yang bersedia menyediakan dana untuk tujuan pengembangan dana.

Dengan demikian, ketersediaan dana akan membantu pelaku UMKM, dan pemberi pinjaman akan dapat menemukan lahan untuk mengembangkan dana mereka.

Jenis-Jenis Fintech

Pada dasarnya, fintech ini memiliki beragam bentuk dan layanan. Namun bank Indonesia mengelompokkan menjadi 4 jenis, sebagai berikut:

Peer-To-Peer (P2p) Lending dan Crowdfunding

Jenis pertama ini dapat disebut dengan marketplace keuangan yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak lender yang menyediakan dana.

Prosesnya lebih praktis karena di lakukan secara online.

Payment, Clearing, dan Settlement

Sistem ini adalah layanan pembayaran payment, gateway, ataupun e-wallet yang kini sudah banyak di pakai di pasaran.

Manajemen Risiko dan Investasi

Selanjutnya, sistem ini dapat membantu pengguna nya untuk memantau kondisi keuangan berbarengan dengan mudah, praktis, dan juga teliti.

Market Aggregator

Terakhir, jenis sistem ini merupakan portal yang mengumpulkan berbagai informasi keuangan seperti tips keuangan, investasi, ataupun kartu kredit dan menyajikan kepada pengguna atau target peserta.

Peran Bank Indonesia dan OJK Bagi Financial Technology (Fintech)

Berikut peranan bank Indonesia dalam ketertiban pembayaaran yang berkaitan dengan fintech, yaitu:

Jenis-Jenis Fintech

  1. Penyedia pasar bagi pelaku usaha, bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususya mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen melalui jaringan keamanan siber
  2. Tabungan, pinjaman, dan penyertaan modal, bank Indonesia memgharuskan untuk setiap pelaku usaha patuh kepada peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, sistem pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk menjaga data dan informasi konsumen
  3. Investasi dan menejemen resiko, bank Indonesia juga mewajibkan setiap pelaku usha untuk setiap pelaku usaha untuk taat kepada peraturan makroprudensial
  4. Pembayaran, penyelesaian atau settlement dan kliring, bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai jamianan kerahasiaan data dan informasi konsumen melalui jaringan keamanan siber
  5. Dalam rangka menjamin kemanan dan kertiban lalu lintas pembayaran yaitu sebagai fasilitator dalam hal penyediaan lahan untuk lalu lintas pembayaran dan melakukan analisis bisnis yang intelligent bagi para pelaku usaha terkait fintech untuk memberikan perdagangan dan arahan tentang menciptakan sistem pembayaran yang aman dan tertib

Peraturan yang di berikan oleh bank Indonesia yang berhubungan dengan fintech yaitu:

  1. Peraturan bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016, tentang penyelenggara pemrosesan transaksi pembayaran
  2. Peraturan bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017, mengenai penyelenggaraan teknologi finansial
  3. Peraturan anggota dewan gubernur No.19/14/PADG/2017, tentang ruang uji coba terbatas (Regulatory Sandbox) teknologi finansial
  4. Dan juga peraturan anggota dewan gubernur No.19/15/PADG/2017 mengenai tata cara pendaftaran, penyampaian informasi, dan pemantauan penyelenggara teknologi finansial

Contoh Produk Fintech Yang Mudah Ditemukan

Bagi yang sudah terbiasa dengan financial technology, inilah saatnya untuk mempelajari produk-produk yang akan mempermudah hidup kamu.

Jika kamu penasaran, berikut beberapa contoh produk fintech yang sudah tersedia:

Bank Digital

Bank Digital adalah contoh pertama dari produk fintech. Jadi kamu ingin membuka rekening bank, kamu tidak perlu lagi mengunjungi bank.

Karena sudah bisa dilakukan secara online. Dan buku tabungan serta ATM akan langsung dikirimkan ke alamat kamu.

Peran Bank Indonesia dan OJK Bagi Financial Technology (Fintech)

Pinjaman P2P

Contoh kedua adalah peer-to-peer lending. Contoh ini mewakili produk populer.

Kamu bisa menjadi pemberi pinjaman menggunakan P2P Lending jika kamu ingin mendapat untung. Selain itu, kamu bisa menjadi peminjam jika kamu membutuhkan modal pinjaman.

Dompet Digital

Tampaknya semua orang sudah tidak asing lagi dengan aplikasi dompet digital atau dengan istilah e-wallet.

Dompet digital akan memfasilitasi berbagai transaksi keuangan, termasuk belanja bahan makanan, pembayaran tagihan, dan investasi.

Saat ini, teknologi dompet blockchain juga disebut sebagai teknologi cryptocurrency.

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang financial technology, sebagai berikut:

Resiko Apa yang Didapat dari Fintech?

Menurut Tony Plt Deputi direktur arsitektur perbankan Indonesia OJK mengatakan, bahwa resiko yang mengikuti kolaborasi bank dengan fintech ada 4, yaitu:

  1. Perlindungan dan pertukaran data pribadi nasabah belum di jamin oleh Undang Undang
  2. Kebocoran data nasabah
  3. Serangan siber
  4. Outsourching

Kesimpulan

Fintech adalah istilah untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan, seperti hal nya dengan memberikan sentuhan teknologi modern.

Demikian artikel tentang apa itu financial technology (fintech) dan contohnya, semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.

Cek Berita dan Artikel Makrufi.com Lainnya di Google News