Apa Pengertian Reseller Beserta Cara Kerjanya

Makrufi.com – Zaman sekarang banyak masyarakat yang mencoba untuk berbisnis dengan sistem reseller. Sebenarnya apa pengertian reseller? Kamu dapat mengenal apa pengertian reseller pada artikel yang kami sediakan di bawah ini.

Dengan menggunakan bisnis sistem reseller kamu dapat menjalankan bisnis dengan modal yang cukup sedikit.

Bisnis yang sedang populer akhir-akhir ini adalah bisnis online, dengan menggunakan jaringan internet kamu bisa memulai untuk berbisnis reseller secara online.

Apa Pengertian Reseller

Jika kamu tertarik untuk berbisnis dengan sistem reseller, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu maksud dari pengertian reseller.

Apa Pengertian Reseller

Sebelum menjalankan bisnis dengan sistem reseller, kamu perlu tahu sebenarnya apa itu reseller. Reseller adalah sebuat kata dari bahasa inggris yang berarti penjual kembali.

Yang berarti menjelaskan bahwa kamu tidak perlu memproduksi atau membuat produk sendiri, namun kamu hanya perlu membeli produk dari supplier terdekat untuk menjualnya kembali.

Reseller dapat meliputi kepada perseorangan atau juga sebuah perusahaan yang melakukan aktivitas pembelian dengan tujuan untuk di jual kembali seperti yang kami sampaikan di atas.

Dengan menggunakan sistem reseller ini, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli peralatan produksi atau biaya operasional produksi lainnya.

Selain reseller terdapat juga sistem dropshipper, sistem ini hampir mirip dengan reseller namun terdapat perbedaan yang terletak pada proses penjualannya.

Jika seorang yang melakukan sistem reseller harus membeli produk supplier terlebih dahulu, tetapi jika dropshipper tidak perlu melakukan hal itu dan kamu hanya dapat memasarkan nya saja.

Apa Itu Reseller Menurut Para Ahli

Dibawah ini kami akan membahas tentang apa pengertian reseller menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:

Apa Itu Reseller Menurut Para Ahli

Ahmad Syafi’i, S.Kom

Menurut Ahmad Syafi’i reseller adalah menjual kembali sebuah barang dari supplier tanpa ada nya stok barang dengan komisi yang telah di tentukan sendiri atau dari supplier.

Tetapi syarat untuk menjadi reseller di haruskan untuk kamu membeli produk supplier terlebih dahulu.

Nur Hasanah

Selanjutnya menurut Nur Hasanah merupakan penjualan yang menjual produk milik penjual lain atau bukan produk miliknya. Reseller sendiri dapar membantu memasarkan penjualan dari penjual lain.

Iyanto R

Terakhir menurut Iyanto R, reseller adalah menjual kembali barang yang telah di beli dari produsen, distributor, supplier kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Syarat Menjadi Seorang Reseller

Jika kamu tertarik untuk menjadi reseller, terdapat syarat yang perlu kamu penuhi. Salah satu nya yaitu kamu perlu memiliki modal yang besar.

Selain membutuhkan uasng, kamu juga perlu memiliki keahlian untuk memasarkan produk dan juga memiliki koneksi yang baikdengan berbagai supplier.

Di bawah ini syarat yang perlu kamu perhatikan, sebagai berikut:

  1. Niat
  2. Modal, seperti uang, pengetaan dunia jual beli, dan lain lain
  3. Koneksi, memiliki hubungan sosial yang kuat, dan juga koneksi internet yang bagus
  4. Teknik pemasaran yang baik
  5. Doa

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Di bawah ini kami akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari reseller, sebagai berikut:

Apa Saja Contoh Dari Reseller_

Kelebihan Seorang Reseller

Berikut kami akan membahas tentang kelebihan seorang reseller, yaitu:

1. Bebas Menentukan Produk Dagang

Karena kebanyakan untuk melakukan sistem reseller ini bersistem digital kamu dapat dengan bebas berjualan produk apapun tanpa harus sibuk memikirkan persaingan dengan pedagang lain secara terbuka.

Penjualan produk juga dapat kamu lakukan dengan mudah, kamu hanya perlu memfoto produk dengan sudut pandang yang menarik dan menjualnya.

2. Berjualan Tanapa Modal Lahan

Kamu memiliki kesempatan untuk mengatur lapak dagang selama 24 jam tanpa harus capek menunggu pelanggan seperti pedagang yang berjualan secara offline.

Apalagi jika kamu menjualnya pada marketplace yang terpercaya, tentu proses perdagangan akan di jamin kepercayaan serta keamanan nya.

Kemudian kamu juga apat diberitahu dengan notifikasi jika ada pembeli yang tertarik untuk membeli produk kamu.

3. Pengeluaran Tenaga Lebih Sedikit

Jika menanut sistem digital, sudah pasti kegiatan jual beli kamu menjadi fleksibel dan praktis.

Apabila jika di bandingkan dengan pedagang offline yang harus mempunyai waktu dan tenaga untuk membuka lapak dagangnya.

Sedangkan jika pedagang online kamu akan dimudahkan dengan lebih santai dan hanya tingga menunggu notifikasi dari pembeli saja.

Bahkan jika kamu ingin mengirim produk, kamu dapat menggunakan layanan antar dan jemput paket seperti JNE, J&T TIKI dan sejenisnya.

Kekurangan Seorang Reseller

Berikut kami akan membahas tentang kekurangan seorang reseller, yaitu:

Bagaimana Cara Menjadi Reseller_

1. Harus Memiliki Modal

Pada umumnya semua sistem dalam bisnis harus memiliki modal. Dengan sistem reseller ini kamu memperlukan modal untuk membeli produk dari supplier.

Maka kamu di haruskan memiliki modal yang cukup jika ingin membuka toko online.

Dengan hal ini riset dan survey di butuhkan agar reseller mendapatkan produk yang tepat untuk di jual agar modal kembali untuk di dapatkan.

2. Keuntungan yang Dihasilkan Kecil

Perlu kamu perhatikan, kamu tidak bisa menjual dengan harga bebas yang terbilang tinggi dari nilai produk yang telah di tetapkan supplier.

Karena biasanya reseller menjual barang dengan selisih harga yang terlampau tinggi dari supplier itu minim pembeli.

3. Banyak Kompetitor

Seorang kompetitor bukan berarti buruk, karena dengan adanya lawan bisnis kamu memiliki tolak ukur untuk meningkatkan kualitas toko dan produk kamu menjadi lebih baik.

Bagaimana Cara Menjadi Reseller?

Seperti yang kamu tahu bahwa reseller adalah orang yang menjual kembali produk dengan harga yang lebih tinggi sedikit dari harga asli nya untuk mengambil keuntungan.

Apakah kamu tertarik untuk menjadi reseller? Berikut di bawah ini terdapat cara untuk menjadi reseller, yaitu:

1. Memilih Produk

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan untuk menjadi seorang reseller adalah memilih produk untuk di jual kembali.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Selain itu kamu perlu memiliki jenis produk, hal yang perlu kamu perhatikan ialan seperti kualitas produk, harga, dan yang tidak kalah penting yaitu minat konsumen terhadap barang tersebut.

2. Melihat Kompetitor dan Tren Pasar

Setelah kamu sudah menentukan produk apa yang ingin di jual, kamu perlu memperhatikan kompetitor dan tren pasar saat ini.

Sudah tidak jarang jika ada satu supplier tetapi memiliki banyak reseller yang tersebar di seluruh wilayah.

Selain itu kamu juga perlu membaca tren pasar mengenai apa yang sedang di mintai oleh para konsumen.

3. Mencari Distributor

Hal terpenting untuk menjadi reseller adalah mencari distributor produk. Ada beberapa aspek yang harus kamu pertimbangkan seperti harga dan kualitas produk.

Namun tak kalah penting ialah komunikasi anatara reseller dan distributor. Hal ini sangat di perlukan untuk membangun hubungan yang baik dengan rasa percaya satu sama lain.

4. Strategi Penjualan

Pada setiap reseller memiliki berbagai macam strategi untuk menjual produknya.

Kamu bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk dan komunikasi dengan pelanggan atau konsumen.

Selain itu kamu juga dapat menggunakan marketplace sebagai media berjualan.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Dalam dunia bisnis online reseller dan dropshipper memang sudah di kenal oleh banyak orang.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Walaupun memiliki kesamaan menjual produk dari supplier, tetapi kedua nya memiliki konsep yang perbedaan.

  1. Konsep yang di gunakan reseller adalah menjual produk kembali dari produsen menuju ke konsumen. Sedangkan dropshipper metode jual beli dimana penjual bertugas sebagai pihak ketiga dalam meneruskan penjualan barang dari produsen menuju konsumen dari supplier
  2. Sistem kerja reseller adalah produsen > reseller > konsumen. Sedangkan dropshipper adalah dropshipper > supplier > konsumen
  3. Pada reseller kamu harus memiliki modal yang cukup, sedangkan pada dropshipper kamu tidak harus memiliki modal
  4. Bagi para reseller harus memiliki stok barang terlebih dahulu, sedangkan dropship stok barang nya sudah dimiliki oleh supplier
  5. Dan untuk sistem reseller kamu dapat memasarkan nya melalui media online apapun itu, tetappi jika sistem dropshipper kamu dapat memasarkan nya secara bebas melalui media digital

Apa Saja Contoh Dari Reseller?

Pada dasarnya kamu sebenarnya di keliling oleh reseller atau bahkan kamu sendiri adalah seorang reseller.

Semisalnya kamu berjualan chiki yang kamu beli di agen itu adalah salah satu contoh kecil dari reseller.

Meskipun lebih banyak reseller yang berjualan secara online, namun semua proses penjualan yang tidak di barengi dengan proses dari produk tersebut adalah proses atau kegiatan reselling baik yang di lakukan secara offline ataupun online.

Syarat Menjadi Seorang Reseller

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang reseller, sebagai berikut:

Apakah Menjadi Reseller di Gaji?

Selain kamu dapat mengambil keuntungan dari hasil penjualan reseller, kamu juga akan mendapatkan gaji lhoo.

Dan menariknya kamu dapat menjadi reseller walaupun sudah bekerja, kamu bisa menjalankan usaha reseller pada saat pulang kerja.

Apa Perbedaan Agen dengan Reseller?

Banyak yang masih kesulitan untuk membedakan agen dengan reseller, sebenarnya agen adalah perantara distributor dengan retailer. Sedangkan reseller adalah pihak yang menjual barang langsung ke tangan konsumen.

Kesimpulan

Berarti reseler dappat di jelaskan bahwa kamu tidak perlu memproduksi atau membuat produk sendiri, namun kamu hanya perlu membeli produk dari supplier terdekat untuk menjualnya kembali.

Demikian artikel tentang apa pengertian reseller beserta cara kerjanya, semoga artikel di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.