Apa Itu Investasi Jangka Panjang, Tujuan dan Contohnya

Makrufi.com – Investasi sendiri memiliki dua jenis salah satunya ialah investasi jangka panjang. Kami akan membahas tentang apa itu investasi jangka panjang, tujuan dan juga contohnya.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih detail tetang investasi jangka panjang, maka kamu perlu tahu pengertian dari apa itu investasi jangka panjang.

Dengan investasi jangka panjang kamu bisa mendapatkan kesempatan tinggi untuk memaksimalkan rupiah sebagai pengembalian dalam tempo 10 tahun, bukan hanya menghasilkan keuntungan besar dalam jangka beberapa tahun saja.

Investasi ini berbeda dengan investasi jangan pendek, di mana pemilik nya akan dapat bertahan selama jangka waktu kurang lebih dari 3 tahun setelah itu berubah menjadi uang tunai.

Pengertian Apa itu Investasi Jangka Panjang

Pengertian Apa itu Investasi Jangka Panjang

Apa itu investasi jangka panjang? investasi ini adalah aset keuangan yang berwujud obligasi, saham, realestate, dan juga mata uang.

Pemangku berharap dapat bertahan hingga 3 tahun ke atas, yang bertujuan untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin.

Investasi berkepanjangan ini adalah salah satu kendaraan investasi dimana pemilik akan mendapatkan hasil beberapa tahun kedepan.

Keuntungannya ialah memberikan kesempatan untuk lebih agresif karena dinaungi jangka waktu yang lebih lama. Maka dari itu banyak pemilik yang memilik reksa dana untuk mendapatkan return tingkat tinggi.

Jika kamu baru ingin memulai, mulai lah menentukan tingkat pengembalian sesuai level yang kamu harapkan, setelah itu tentukan reksa dana dengan rata-rata tingkat pengembaliannya berjanga 5 hingga 10 tahun.

Dan perlu kamu ingat bahwa pasar sifatnya dinamis, bahkan sangat mirip dengan roller coaster karena selalu naik turun secara bertahap atau bahkan naik dan turun dengan cepat.

Apa Tujuan Investasi Jangka Panjang?

Pada umumnya, semua investasi memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Berikut tujuan yang lebih spesifik dari jangka panjang, yaitu:

Menciptakan Kekayaan

Dengan investasi berkepanjangan ini kamu tidak hanya akan mendapatkan keuntungan saja, tetapi terdapat potensi untuk terwujudnya kekayaan jika kamu secara teratur melakukan investasi dari waktu ke waktu.

Seperti menabung deposito yang mendapatkan bunga kecil, masyarakat akan lebih memilih mengambil resiko yang lebih tinggi dengan menabung di instrumen saham karena memiliki return yang sangat besar.

Meminimalisir Risiko Kerugian

Memang dalam investasi sudah pasti ada kerugian, tetapi kamu dengan ini kamu tidak akan terkecoh katika saham yang kamu pegang sedang turun akibat kondisi fundamental ekonomi makro yang turun.

Bahkan di sisi lain investor justru membeli ulang saham yang mereka pegang pada saat penurunan karena cenderung lebih murah.

Bisa Tidur Lebih Nyenyak

Kamu tidak perlu memperhatikan pergerakkan saham setiap menit, dengan mendapatkan perusahaan publik yang memiliki kualitas tinggi, maka kecenderungan harga untuk bergejolak akan relatif rendah.

Bahkan kamu bisa menemukan saham yang membayar dividen, cara ini dapat kamu lakukan untuk menjaga volatilitas portofolio tetap rendah dan tingkat stres yang minim.

Jenis Investasi Jangka Panjang

Dalam investasi jangka panjang memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Saham, bentuk porsi equity perusahaan yang mempunyai dasar kuat dan mampu menghasilkan pengembalian besar bagi pemegangnya
  2. Obligasi, dapat memberikan hutang kepada badan usaha baik swasta maupun pemerintah, sebagai kompensasi maka si pemegangnya akan mendapatkan bunga dari uang yang di pinjamkan
  3. Asuransi, karena menunjang seluruh hidup pemegang polis karena pembayaran yang rutin berbasis bulan ataupun tahun
  4. Reksa dana, dapat di deskripsikan sebagai cara individu atau perusahaan memarkirkan kelebihan uangnya pada seuah individu ataupun perusahaan, tentu dengan harapan tingkat bunga tingi di bandingkan deposito biasa
  5. Aset real estate (lahan yasan), jenis ini berbentuk bangunan, tanah dsb di mana mata uang kamu terkunci menurut waktu di sepakati hingga proyek selesai

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang

Kamu perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan investasi berjangka di bawah ini, yaitu:

Kelebihan Investasii Jangka Panjang

Berikut kelebihan dari investasi jangka panjang yaitu:

Jenis Investasi Jangka Panjang

  1. Untuk besar
  2. Power of compounding
  3. Disiplin
  4. Memberikan kenyamanan
  5. Membangun rasa percaya diri

Kekurangan Investasi Jangka Panjang

Berikut kekurangan dari investasi jangka panjang yaitu:

  1. Uang kamu akan terkunci
  2. Risiko yang besar
  3. Kesabaran
  4. Membuat keputusan
  5. Pengawasan
  6. Bukan untuk spekulan atau trader

Contoh Investasi Jangka Panjang

  1. Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi CDE yang membutuhkan teknologi super canggih agar seluruh layanan yang di gunakan berjalan dengan mulis. Oleh karena itu perusahaan CDE berinvestasi dengan membangun jejaring fiber-optic guna membantu koneksi dengan pengguna
  2. Investasi real estate seperti perusahaan TTT yang telah berinvestasi kepada sebuah peruasahaan yang tengah membangun apartemen dan juga mall, lalu perusahaan TTT melakukan investasi berkepanjangan karena membutuhkan waktu sekiar 4 hingga 7 tahun

6 Strategi Investasi Jangka Panjang

Untuk menjalankan investasi sudah pasti memerlukan strategi, untuk meminimalisir dari kerugian yang ada. Dengan itu strategi yang kami berikan di bawah ini akan membantu kamu untuk emiliki pemikiran yang baik, benar dari investor yang berpengalaman, antara lain:

Memahami Bagian Dalam Bisnis

Kamu perlu menganalisis terlebih dahulu lata belakang, hari ini, dan masa depan suatu perusahaan.

Dan kamu juga dapat cek visi dan misi serta tujuan sebelum memulai berinvestasi, supaya mengetahui akan risiko yang terlibat.

Pahami Neraca Perusahaan

Mempelajari neraca perusahaan untuk menganalisis kesehatan dan stabilitas keuangan perusahaan.

Laporan ini dapat membayangkan laba bersih atau kerugian yang di berikan dari semua jenis kegiatan bisnis

Cek Laba dan Pertumbuhan Perusahaan

Kamu perlu cek riwayat perusahaan dari tahun sebelumnya, untuk mengetahui laba bersih, kinerja untuk masa depan, dan kemungkinan dari pertumbuhan suatu perusahaan

Adaptasi Perusahaan Terhadap Teknologi

Dengan mengetahui teknologi yang di terapkan perusahaan dapat membantu dalam kesuksesan perusahaan yang bergantung pada kemampuan teknologi baru

Fokus Pada Tiga Tahun ke Depan Perusahaan

Jika kamu memberikan fokus untuk melihat kinerja perusahaan pada 20 sampai 40 tahun ke depan akan menghabiskan waktu, maka dari itu kamu phanya perlu memperhatikan visi perusahaan cukup dari 3 tahun ke depan.

Apa Tujuan Investasi Jangka Panjang

Analisis Pesaing Perusahaan Sejenis

Pesaing dapat memutar balikkan keadaan jika pesaing sudah menemukan kemungkinan ruang pasar perusahaan, oleh karena itu penting mengetahui potensi perusahaan.

6 Risiko Investasi Jangka Panjang

Sebagian orang terjun berinvestasi mempunyai tujuan agar di hari tua nanti tetap tercukupi, dengan mengikuti investasi jangka panjang yang memiliki nilai saham kemungkinan akan naik terus dari tahun ke tahun.

Tetapi mengelola investasi berkepanjangan ini tidak cukup mudah, mengandung banyak sekali risiko yang perlu kamu terima dengan lapang dada.

Berikut ini beberapa risiko yang wajib kamu ketahui untuk memulai investasi berkepanjangan, antara lain:

Risiko Fluktuasi Pasar

Fluktuasi pasar lebih di kenal dengan naik turunnya aset, ini terjadi karena adanya sentimen pasar. Hal ini tidak dapat kamu hindari sebagai trader atau investor.

Risiko Suku Bunga

Risiko ini dapat terjadi akibat perubahan suku bunga yang terjadi pada pasar keuangan, hal ini dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan.

Risiko Inflasi

Risiko yang ketiga ini dapat kamu artikan sebagai investasi tak bernilai banyak di masa depan karena memiliki perubahan daya akibat inflasi.

Hal ini terjadi karena uang yang beredar terlalu banyak dengan adanya inflasi uang akan berkurang.

Contohnya itu jika investor memegang 40% dari tunai Rp.30.000.00 dan inflasi berjalan pada tingkat 5%, maka nilai tunai akan hilang sebesar Rp.6.000.000 per tahun karena inflasi

Risiko Liuiditas

Risiko ini akan tercipta akibat kesulitan daalam menyediakan uang tunai pada jangka waktu tertentu.

Dan mungkin saja ini terjadi karena penerimaan hutang tidak sanggup menjamin hartanya untuk bisa terjual di pasar, dan karena hilangnya minat terhadap aset atau harta tersebut.

Misalnya, Jika pihak yang tidak sanggup membayar sudah jatuh tempo secara tunai, padahal pihak tersebut mempunyai aset yang nilainya dapat di gunakan untuk melunasi kewajibannya.

Risiko Fluaktuasi Kurs Mata Uang

Terkadang risiko perubahan kurs mata uang membuat para investor kesal, karena penurunan mengarah saat di konversikan ke mata uang lokal.

Sebagai contoh, di Indonesia mengalami pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain, risiko jenis ini di sebut dengan exchange rate risk.

Risiko Politik Terhadap Investasi Jangka Panjang

Risiko terakhir ini dapat terjadi bila keamanan suatu negara tidak stabil, investasi yang kamu jalankan dapat ambruk jika negara semakin krisis.

Maka dari itu investor perlu berfikir secara kritis sebelum berinvestasi jika suatu negara sedang dalam kondisi yang tidak baik.

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang investasi jangka panjang, sebagai berikut:

Apa Tujuan Investasi Jangka Panjang Untuk Perorangan?

Bagi setiap individu, salah satu tujuan investasi jangka panjang adalah untuk tabungan pribadi atau keluarga yang membutuhkan biaya sangat besar.

Kesimpulan

Investasi ini adalah aset keuangan yang berwujud obligasi, saham, realestate, dan juga mata uang.

Demikian artikel tentang apa itu investasi jangka panjang, tujuan dan contohnya. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.