Pengertian Pasar Lokal dan Contohnya

Makrufi.com – Perlu kamu ketahui bahwa dalam ilmu ekonomi ada banyak sekali jenis pasar, salah satu nya adalah pasar lokal. Pada artikel ini kami akan membahas tentang pengertian pasar lokal dan juga contohnya.

Seperti yang kamu tahu, setiap pasar memang selalu ada pembeli dan penjual dan sudah pasti dalam pasar pasti selalu terjadi kegiatan tawar menawar.

Pengertian Pasar Lokal

Menurut Simamora, pasar adalah sekelompok individu yang memiliki kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu, kemampuan dan kemauan untuk membelinya, serta kesempatan untuk membuat suatu produk produk.

Pengertian Pasar Lokal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pasar adalah kumpulan orang-orang yang melakukan transaksi jual beli.

Pasar adalah tempat untuk kegiatan jual beli yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau asosiasi untuk meminta sumbangan.

Menurut ilmu ekonomi, pasar adalah tempat atau proses dimana permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari barang atau jasa tertentu berinteraksi.

Sedangkan pasar lokal adalah pasar dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli di suatu daerah yang jauh dari tempat asal produk.

Ciri-Ciri Pasar

Dari penjelasan yang diberikan pada paragraf sebelumnya, kamu dapat membedakan karakteristik pasar berikut:

  1. Ada komoditas dan jasa yang dipertukarkan
  2. Ada transaksi jual beli
  3. Ada prosedur permintaan dan negosiasi
  4. Interaksi antara pembeli dan vendor
  5. Transaksi terjadi ketika penjual dan pembeli mencapai kesepakatan

Jenis-Jenis Pasar

Adapun pasar terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

1. Berdasarkan Sifat dan Waktu Kegiatannya

Jenis pasar ini dapat dipahami dengan memeriksa sifat dan waktu kegiatannya. Contohnya adalah:

  1. Pasar harian: pasar tempat transaksi dapat dilakukan setiap hari.
  2. Pasar mingguan: pasar di mana jual beli hanya dapat terjadi sekali dalam seminggu.
  3. Pasar tahunan: dengan struktur transaksi setahun sekali. Contohnya adalah Pasar Raya Jakarta.
  4. Pasar temporer: pasar yang hanya ada untuk waktu yang terbatas.

2. Berdasarkan Wujudnya

  1. Pasar konkrit adalah tempat dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli barang atau jasa secara langsung atau tatap muka. Pasar tradisional dan supermarket adalah contohnya
  2. Pasar abstrak, yaitu tempat dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi bisnis secara langsung, walaupun terkadang barang yang ditawarkan tidak langsung. Pasar modal dan pasar tenaga kerja adalah contohnya

3. Berdasarkan Jangkauannya

  1. Pasar lokal, yaitu pasar yang hanya untuk transaksi jual beli lokal
  2. Pasar nasional, pasar tempat barang-barang yang dijual memenuhi kebutuhan penduduk negara tersebut
  3. Pasar internasional, pasar yang cakupan pemasarannya luas atau mencakup seluruh wilayah dunia

4. Berdasarkan Bentuk dan Strukturnya

Dalam teori ekonomi mikro, pasar persaingan sempurna dicirikan oleh tidak adanya persaingan pribadi dan fakta bahwa baik penjual maupun pembeli menyadari pasar pasar. Berikut adalah ciri-ciri pasar ini:

  1. Vendor dan pembeli dapat masuk dan keluar pasar tanpa kesulitan
  2. Baik penjual dan pembeli fasih dengan pasar yang relevan
  3. Memiliki banyak pengunjung
  4. Sifat barang yang dipertukarkan adalah homogen (sama)

Pasar persaingan tidak sempurna (Imperfect Competition Market), memiliki jumlah pembeli yang jauh lebih banyak dari pada penjual yang berakibat pada kepemilikan toko yang hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Ciri-ciri lainnya adalah sebagai berikut:

Ciri-Ciri Pasar

  1. Ada halangan jika kamu ingin masuk
  2. Pengetahuan pasar yang terbatas di antara pembeli
  3. Jumlah minimal vendor
  4. berbagai produk yang dijual

Contoh Pasar Lokal yang Ada di Indonesia

Sekarang saatnya untuk sampai ke inti permasalahan, yaitu pasar lokal! Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Jika istilah pasar lokal mengacu pada pasar berdasarkan asal produk atau lokasinya, itu terbatas pada wilayah tertentu.

Apabila pelaku usaha hanya menjual produk tertentu di wilayah pasar tempat tinggalnya.

Maka dapat dikatakan produk tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin membelinya untuk dikoleksi atau sekedar untuk dilihat-lihat.

Akibatnya, pasar lokal dapat digambarkan sebagai titik fokus untuk karakteristik suatu daerah. Berikut ini adalah contoh pasar lokal di Indonesia:

1. Pasar Gembrong

Pasar lokal di Jakarta Timur ini merupakan tempat yang khusus menjual mainan dengan harga murah untuk retail dan dijual kembali.

Pasar ini dibedakan oleh bermacam-macam pedagang pinggir jalan yang menjual dagangannya.

2. Malioboro

Pasar lokal atau pasar tradisional ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kamu. Ya! Pasar Jogja ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Mengapa demikian? Pasalnya, lokasi ini hanya menjual barang-barang yang mewakili budaya kamu, seperti kain batik khas Jogja dan oleh-oleh khas Bakpia dan gudeg khas Jalan Malioboro.

3. Pasar Apung

Begitu pula dengan Floating Market yang merupakan pasar tradisional Indonesia yang cukup terkenal. Lokasi ini berada di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi pasar terapung karena struktur dan sistem transaksinya yang unik, seperti namanya, terapung.

Di sungai Kuin, pedagang menjual barang dagangannya dari perahu kayu yang dikenal sebagai Jukung.

4. Pasar Cimol, Gedebage

Ada yang belum pernah dengar nama pasar ini? Jika tidak, kamu akan segera menemukan jawabannya.

Pasar di Bandung, Jawa Barat ini sering disebut-sebut sebagai surganya barang-barang bekas, dari yang tidak bermerek hingga yang bermerek.

Kualitas produk yang dijual sebanding dengan produk pasar baru lainnya. Tapi kalau kamu bisa memilihnya dengan bijak, ya!

5. Pasar Tanah Abang

Pastinya warga ibu kota sudah tidak asing lagi dengan pasar ini. Saat liburan, pasar yang ramai dikunjungi wisatawan karena menjual berbagai macam kain, bahan, batik, dan pakaian dari seluruh Indonesia ini akan sangat ramai.

Barang-barang material yang dijual di sana juga berkualitas tinggi dan harga terjangkau.

Mayoritas pengunjung yang melakukan bisnis di pasar Tanah Abang melakukannya untuk tujuan dijual kembali.

Langkah-langkah untuk Menjadi Wirausaha di Pasar Lokal

Dari contoh yang kami berikan di atas, terdapat beberapa langkah menjadi wirausaha yang dapat menghasilkan produk kerajinan untuk nanti di jual di pasar lokal kamu, sebagai berikut:

1. Perencanaan Usaha Kerajinan

Untuk meluncurkan bisnis, langkah pertama adalah mengembangkan strategi yang komprehensif.

Dengan perencanaan yang matang, bisnis dapat berjalan di atas fondasi yang kokoh.

Kamu dapat memulai dengan menghasilkan ide untuk pengembangan produk kerajinan tangan untuk pasar lokal.

Dan untuk mendapatkan ide yang bagus, pastikan kamu mengenal adat istiadat masyarakat sekitar.

2. Perancangan dan Produksi Kerajinan

Setelah membuat rencana yang matang, langkah selanjutnya adalah merancang produk kerajinan yang kemudian dapat diproduksi.

Langkah pertama adalah mencari konsep produk melalui brainstorming, merasionalisasi, atau mengevaluasi konsep yang ada dengan beberapa pertimbangan teknis, melakukan studi model, dan menentukan desain akhir.

3. Penghitungan Harga Jual Produk Kerajinan

Ada dua metode yang tersedia untuk menghitung biaya produksi:

Full Costing

Metode ini mengharuskan kami mempertimbangkan semua elemen biaya produksi, termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja produksi, dan biaya overhead (tetap dan variabel), di samping biaya non-produksi, seperti biaya pemasaran dan umum dan administrasi.

Jenis-Jenis Pasar

Variable Costing

Metode ini membedakan biaya produksi variabel berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja produksi, biaya overhead variabel, biaya pemasaran variabel, dan biaya umum variabel dari biaya overhead tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi tetap, dan biaya umum tetap.

4. Media Promosi Produk Kerajinan

Promosi merupakan salah satu strategi pemasaran yang diperlukan untuk kegiatan bisnis.

Strategi pemasaran penjual produk dapat menggabungkan kombinasi strategi produk, tempat, harga, dan promosi.

Tujuannya agar calon konsumen mengetahui keberadaan produk kamu dan kemudian membelinya.

Kamu dapat menggunakan media cetak, iklan radio, poster, video, dll untuk media tersebut.

5. Penjualan Sistem Konsinyasi Produk Kerajinan

Karena sistem ini menggunakan metode penjual yang mempercayakan produk kepada pihak ketiga untuk dijual dengan harga dan persyaratan yang dinegosiasikan antara pemilik produk dan penjual, menjalankan bisnis menggunakan sistem ini bisa sangat sederhana.

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang pasar lokal, sebagai berikut:

Kerajinan Pasar Lokal Adalah?

Kerajinan tangan produksi lokal yang dijual di pasar lokal dan dibuat dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang ada di daerah tersebut.

Kenapa Suatu Pasar Bisa di Sebut Pasar Lokal?

Karena permintaan dan penawaran ada di suatu kota atau wilayah.

Fungsi Pasar Apa Saja?

Pasar berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran barang antara produsen dan konsumen dalam rangka memenuhi permintaan dan penawaran.

Kesimpulan

Dapat di simpulkan bahwa pasar lokal adalah pasar yang terjadi pada saat penjual dan pembeli melakukan transaksi di suatu daerah dari tempat asal produk itu di hasilkan.

Demikian artikel tentang Pengertian Pasar Lokal dan Contohnya, semoga artikel di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.

Cek Berita dan Artikel Makrufi.com Lainnya di Google News