Database Management System Definisi, Jenis dan Fungsinya

Makrufi.com – Seperti yang kita tahu teknologi dalam bisnis memiliki peranan yang cukup penting, termasuk dengan Database Management System yang berguna untuk menyimpan data perusahsaan dengan baik dan benar.

Menyimpan data perusahaan kedalam Database Management System adalah suatu hal yang penting dan wajib di lakukan dalam penggunaan teknologi digital dalam dunia bisnis.

Jika kamu masih belum mengetahui Database Management System, kamu tidak perlu khawatir karena pada artikel kali ini kami akan membahasnya dengan intens.

Pengertian Database Management System

Jadi, Database Management System (DBMS) adalah bagian dari perangkat lunak atau perangkat lunak yang dapat digunakan oleh bisnis untuk membuat sistem basis data, juga dikenal sebagai basis data.

Pengertian Database Management System

Perangkat lunak ini memanfaatkan kumpulan data untuk membantu pembuatan dan pemeliharaan aplikasi, seperti yang sudah banyak digunakan oleh perusahaan.

Sistem manajemen basis data lebih memperhatikan pemrosesan sejumlah besar data yang disimpan dalam basis data.

Selanjutnya, sistem ini dapat bertindak sebagai jembatan antara pengguna dan database.

DBMS menggunakan database dalam aplikasinya, yang kemudian dapat diterjemahkan langsung menjadi sebuah perintah.

Bahasa database diklasifikasikan menjadi dua jenis: Database Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML).

Database Definition Language (DDL) mencerminkan keseluruhan desain database dan memungkinkan pembuatan tabel baru, pemuatan indeks tertentu, dan semua aktivitas pemrosesan database umum lainnya.

Sedangkan Data Manipulation Language (DML) berguna untuk memanipulasi kumpulan data database, seperti menghapus, menambah, dan menambahkan sejumlah data dalam database itu sendiri.

Jenis Database Management System

Sistem manajemen basis data dari berbagai jenis banyak digunakan oleh bisnis.

DBMS diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan struktur dan jenis data yang diproses. Berikut adalah beberapa contoh sistem manajemen basis data:

1. Hierarchical

Karena menggunakan basis data hierarkis, sistem manajemen basis data jenis ini dikenal sebagai hierarkis.

Artinya, kumpulan basis data yang disimpan akan diatur dari atas ke bawah atau sebaliknya, seperti dalam sistem hierarkis yang khas.

Kumpulan database ini bisa dalam bentuk koneksi top down atau bottom up, dengan database pusat berfungsi sebagai induk database.

2. Relational

Jenis sistem manajemen database diklasifikasikan menurut hubungan data.

Jenis ini digunakan oleh banyak perangkat lunak atau perangkat lunak manajemen basis data.

Mengapa? karena memudahkan pengintegrasian data antara yang satu dengan yang lainnya.

3. Object-oriented

Sistem manajemen basis data ini lebih memperhatikan objek basis data.

Berbagai potongan informasi ini nantinya akan disimpan dalam sebuah objek atau kelas.

Fungsi dan Tujuan Database Management System

Kelas-kelas ini akan menampilkan data dan database sebagai rangkaian objek yang menyimpan identitas dan komponen data yang dapat diproses lebih efisien.

Fungsi dan Tujuan Database Management System

Sistem manajemen basis data memainkan peran penting dalam proses bisnis perusahaan.

Terutama saat menggunakan aplikasi tertentu.

Sistem manajemen basis data ini, khususnya, dapat menjalankan dan menyediakan berbagai fungsi di masa mendatang.

Selanjutnya, setidaknya ada empat alasan utama bagi bisnis untuk menggunakan DBMS.

  1. Pertama, berikan izin kepada perusahaan untuk mengubah data
  2. Kedua, memastikan keamanan dan integrasi data perusahaan
  3. Ketiga, membantu pelaku usaha dalam memperbaiki kesalahan data yang ada
  4. Terakhir, untuk membantu meningkatkan kinerja operasional

Sementara itu, tujuan penggunaan sistem manajemen basis data adalah untuk memudahkan dan mempercepat akses data perusahaan, menghemat lebih banyak ruang penyimpanan data, serta menangani dan memproses data dalam jumlah besar.

4 Elemen yang Terdapat di Dalam Database Management System

Sebagian besar dari kamu mungkin masih belum mengetahui cara kerja sistem manajemen basis data.

Ada banyak elemen dalam penerapannya yang dapat mempengaruhi proses sistem manajemen basis data ini, termasuk:

1. Entitas

Entitas, juga dikenal sebagai entitas yang dapat direkam, adalah elemen yang dapat mencerminkan suatu objek, seperti tempat, orang, kondisi, atau konsep.

Artinya, identitas elemen ini akan disimpan dalam sistem manajemen basis data sebagai suatu entitas.

2. Atribut

Sebuah sifat yang dapat mewakili masing-masing entitas di atas disebut sebagai atribut.

Tentu saja, kumpulan data akan memiliki atribut yang terkait dengannya.

Tujuannya agar data lebih mudah diolah dan ditemukan saat pengguna membutuhkannya.

3. Field

Bidang adalah berbagai jenis elemen yang mewakili atribut.

Nah, field tersebut akan mencerminkan sebuah data yang berisi informasi khusus, seperti nama dan informasi lainnya yang terdapat dalam sebuah database data.

4. Karakter

Elemen karakter adalah komponen terkecil dari kumpulan data.

Dalam hal ini, karakter dapat berupa angka atau huruf lain dengan karakter tertentu.

Kumpulan karakter ini nantinya akan digunakan untuk membuat item dari data.

Komponen Database Management System

Sebagai pebisnis, kamu harus memahami komponen kunci dari sistem manajemen basis data saat memproses data.

Jadi, berikut adalah komponen sistem manajemen basis data:

1. File Manager

File manager bertanggung jawab untuk mengatur data dalam database.

Nantinya, pengelola file akan mengelola pengaturan penyimpanan data, dengan fokus pada struktur data yang digunakan untuk menampilkan informasi yang representatif.

Jenis Database Management System

2. Database Manager

Pengelola basis data akan secara khusus mengatur bagaimana fungsi basis data.

Komponen ini dapat memberikan interaksi antar muka atau antar muka data dengan berbagai data lainnya.

Masing-masing database ini akan berinteraksi dengan program aplikasi dalam sistem berbasis query.

3. Query Processor

Query adalah pertanyaan khusus atau potongan informasi dari database yang direkam dalam format tertentu.

Nantinya data akan dapat diterjemahkan ke dalam sebuah elemen menggunakan pemroses kueri ini.

Akibatnya, manajer database dapat memprosesnya.

Kesimpulan

Database Management System (DBMS) adalah bagian dari perangkat lunak atau perangkat lunak yang dapat digunakan oleh bisnis untuk membuat sistem basis data, juga dikenal sebagai basis data.

Demikian artikel tentang Database Management System Definisi, Jenis dan Fungsinya. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.