Memahami Pasar Uang Syariah

Makrufi.com – Di dunia investasi, pengertian pasar uang adalah kegiatan perdagangan surat berharga untuk memenuhi permintaan dan penawaran dana dalam jangka waktu pendek tanpa batasan tempat.

Pengertian Pasar Uang

Karena periode tempo pasar uang sangat pendek dan tujuan utamanya untuk membantu orang yang memerlukan dana, sehingga nama lain pasar uang adalah pasar kredit jangka pendek.

Ciri-ciri pasar uang adalah jangka waktunya sangat pendek sehingga hanya dapat memenuhi permintaan dan penawaran dana yang dibutuhkan dalam jangka pendek. Dengan pasar uang, pihak yang membutuhkan uang dapat berinteraksi dengan orang yang memiliki uang ekstra.

Pengertian Pasar Uang

Seiring berjalannya waktu, pasar uang syariah juga mulai dimanfaatkan oleh banyak pihak sebagai sarana jual beli aset dengan sistem syariah. Pasar uang syariah adalah perdagangan aset dalam jangka pendek dengan menggunakan standar syariah menurut Islam.

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Setelah menelaah pengertian pasar uang, kali ini kita akan mengupas perbedaan antara pasar uang dan pasar modal. Pasar uang dan pasar modal tampak serupa, tetapi faktanya mereka berbeda secara signifikan dalam bidang-bidang utama.

Untuk memulainya, kapan dan di mana perdagangan berlangsung sangat bervariasi antara pasar uang dan pasar saham. Transaksi pasar modal biasanya memiliki waktu efektif yang tetap dan hanya dapat terjadi di bursa efek. Sedangkan pasar uang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Sementara itu, pada prinsip dan metode transaksi, perbedaan antara pasar uang dan pasar modal tidak terlalu penting. Transaksi yang lancar sangat penting di kedua pasar, itulah sebabnya keduanya membutuhkan perantara dan regulator.

Fungsi Pasar Uang

Banyak pihak yang diuntungkan dengan adanya pasar uang, antara lain investor, pengusaha, dan pemerintah. Fungsi pasar uang adalah sebagai berikut:

  1. Mempermudah Emiten Memperoleh Bantuan Dana Jangka Pendek Pertama bagi pihak emiten, fungsi pasar uang adalah membantu perusahaan dalam mendapatkan suntikan modal dalam jangka waktu pendek. Pihak emiten tidak perlu bingung dalam mencari tambahan modal atau investor. Karena adanya pasar uang membuat perusahaan dipertemukan dengan pemodal yang memiliki kelebihan dana.
  2. Meningkatkan Laju Pembangunan Negara Beberapa instrumen pasar uang adalah dijual dan diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka mencari suntikan modal dari masyarakat untuk keperluan pembangunan negara. Ketika masyarakat berperan serta dalam menanamkan modalnya di instrumen pasar uang milik negara, maka mereka telah turut aktif dalam mendukung kemajuan pembangunan negara.
  3. Menghimpun Dana Masyarakat yang Berlebih Pasar uang adalah sarana tepat dalam mempertemukan pengusaha sebagai pihak yang memerlukan modal dan masyarakat sebagai pihak kelebihan dana. Sehingga kebutuhan antara investor dan perusahaan emiten dapat terpenuhi dengan adanya pasar uang. Tidak heran jika salah satu fungsi pasar uang adalah menghimpun dana masyarakat yang berlebih.
  4. Mencegah Terjadinya Krisis Keberhasilan pasar uang mampu mempengaruhi mobilitas keuangan dan kebijakan moneter. Pasar uang dalam bank sentral berfungsi untuk mengendalikan kestabilan laju sistem perbankan. Sehingga fungsi pasar uang adalah mencegah terjadinya krisis uang atau ekonomi dalam suatu negara.
  5. Menyediakan Opsi Investasi Low Risk Bagi InvestorTerakhir, fungsi pasar uang adalah menyediakan opsi investasi minim risiko, utamanya bagi investor risk averse. Tidak seperti pasar modal, transaksi di pasar uang jauh lebih stabil dengan laba pasti. Hal tersebut dikarenakan sistem investasinya mirip dengan hutang piutang, tapi dengan janji pertambahan bunga hingga masa redemption-nya tiba.

Kesimpulan:

Pasar uang juga dikenal sebagai pasar kredit jangka pendek karena waktu jatuh tempo yang singkat dan tujuan utama membantu mereka yang membutuhkan sumber daya keuangan.

Pasar uang syariah juga mulai dimanfaatkan oleh banyak pihak sebagai sarana jual beli aset dengan sistem syariah. Fungsi pasar uang adalah menghimpun kelebihan dana masyarakat dan mengatur stabilitas sistem perbankan.

Ini juga menyediakan opsi investasi berisiko rendah, terutama bagi investor yang menghindari risiko. Kinerja pasar keuangan dapat berdampak pada mobilitas keuangan dan kebijakan moneter.