Mengenal Saham Bid dan Ask dalam Trading

Makrufi.com – Mengenal saham Bid dan ask sudah tidak asing lagi bagi investor, Oleh karena itu, sangat penting untuk kamu memahami bid dan ask sebelum berpartisipasi dala membeli dan menjual saham (Trading).

Pengertian Bid dan Fungsinya

Ada berbagai arti yang biasanya digunakan untuk mencirikan frase tawaran. Namun pada akhirnya, tawaran dapat dianggap hanya sebagai antrian pembelian, penawaran pembelian, atau minat beli.

Misalnya, jika Anda ingin membeli saham tertentu sambil menunggu dalam antrean, harga saham akan ditampilkan dalam posisi bid.

Pengertian Bid dan Fungsinya

Bid juga dapat digambarkan sebagai harga yang telah diajukan oleh calon pembeli pada saat mengincar saham tertentu.

Dalam situasi ini, calon pembeli akan membuka harga untuk saham yang dia kejar. Harga yang direkomendasikan mungkin lebih rendah atau lebih tinggi dari harga saham yang ditampilkan di papan bursa pada saat itu.

Misalnya, Anda ingin membeli saham A, yang saat itu setiap saham berada pada level harga Rp. 1.000. Nah, Anda bisa mengajukan harga yang lebih tinggi dari penawaran tersebut, misalnya Rp. 1.010.

Anda juga dapat meminta harga yang sama atau bahkan lebih rendah dari harga saham yang diberikan. Tentu saja, orang biasanya akan lebih tertarik untuk membeli dengan harga yang lebih murah.

Calon pembeli hanya dapat memenangkan penawaran jika penjual membuka dengan harga yang sama seperti yang disarankan semula.

Bagaimana pun, jika tidak ada yang membukanya pada harga yang ditawarkan, pembeli tetap harus mengantri giliran untuk mendapatkan saham tersebut.

Juga, dalam kebanyakan situasi, calon pembeli mungkin tidak menerima saham yang mereka cari karena mereka meminta harga yang terlalu murah.

Dalam kebanyakan kasus, ini terjadi karena harga saham yang tinggi, dan penjual menolak untuk menerima tawaran yang rendah.

Pengertian Ask dan Fungsinya

Dengan mempelajari bid and ask, tentunya akan semakin memudahkan Anda dalam mengenal dunia trading. Jadi, karena kita sudah berbicara tentang penawaran, mari kita bertanya ke topik tawaran. Dalam trading, ask juga biasa disebut dengan ask.

Berbeda dengan bid, ask adalah harga yang dibuka penjual saat mereka ingin menjual sahamnya. Formulasinya hampir sama dengan bid, yaitu penjual dapat mengajukan harga jual yang nilainya lebih rendah atau lebih tinggi dari harga saham yang dibuka saat itu.

Misalnya, pada saat ask, Anda sebagai penjual saham ingin menjual saham Anda dengan harga Rp. 2.000, katakan. Anda memiliki pilihan untuk menjual dengan harga mulai dari Rp.990 atau setinggi Rp.2.010. Selain itu, calon penjual mungkin akan membuka pada harga yang mirip dengan level harga saham saat ini, yaitu Rp 2.000.

Nah, pada level ini, prosesnya sama seperti saat Anda membuka bid pada saham tertentu. Anda hanya dapat menjual saham jika ada pembeli yang mungkin menawar dengan harga yang sama. Untuk menjual sahamnya, calon penjual juga harus mengantri jika tidak ada yang tersedia.

Saham yang ditawarkan untuk dijual oleh calon penjual tidak boleh dibeli sama sekali, seperti halnya penawaran. Hal ini sering terjadi ketika harga saham sedang turun sehingga calon pembeli tidak mau mempertimbangkan permintaan yang terlalu tinggi.

Untuk pemahaman yang lebih sederhana, Anda mungkin berpikir bid and ask ini seperti proses ketika orang melakukan transaksi jual beli di pasar konvensional. Misalnya, pembeli dapat menawar harga yang dibuka oleh penjual untuk barang yang ingin dibelinya.

Baik penjual maupun pembeli akan mengetahui harga yang disepakati untuk barang tersebut saat komunikasi ini selesai. Bid dan ask dalam perdagangan saham sangat mirip, jika Anda perhatikan. Namun, komunikasi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional terjadi secara langsung atau tatap muka.

Di sisi lain, calon penjual dan pembeli saham secara teratur bertemu secara digital di pasar saham.